Yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin

Hallooo.
Gua pengen ngeluarin uneg uneg gua selama ini, yang gua suka pikirin kalo lagi naik motor. 
Hari ini pengumuman SNMPTN, gua jadi keinget sama pikiran pikiran gua 2 tahun lalu saat gua menghadapi hal yang sama. 

Yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin. Gimana engga(?) Orang kaya dengan kecukupannya dan kelebihannya bisa menyekolahkan anak anak mereka, keturunan mereka sampe kejenjang yang tinggi bahkan bisa dengan mudah mengakses pendidikan, bahkan diluar negeri sekalipun. Iya, mereka seakan ga punya kesulitan sedikitpun akan uang. Otomatis masa depan mereka tercerahkan, mereka bisa buka bisnis, mereka bisa ngelamar kerja di perusahaan keren, bagus, dan sukses. Beda lagi dengan orang miskin. Mereka yang udah miskin, akan susah membiayai sekolah anak anak mereka, makan aja susah gimana mau nyekolahin. Oke, sekolah gratis ? Mungkin iya kalau di negeri. Tapi SMA gua negeri tetep ada SPP. Belum lagi kebutuhan kaya seragam, buku dll. Setelah itu PTN gratis ?? Mungkin memang ada PTN yang benar" gratis untuk orang susah. Tapi jangan lupa, apa masuk PTN semudah itu ??enggak. Kalian tau sendiri. Susahnya minta ampun, belum lagi pesaingnya yang hebat-hebat. Ikut bimbel, les sana sini. Try out sana sini. Untuk orang miskin?? Apa ?? Mereka cuma belajar di sekolah. Buku seadanyaaa. Pasti ada yg mengelak kayak "kan banyak buku diperpus" "minta ajarin temen" HAHAHHA iya kalo dibayangkan akan semudah itu tapi apa kenyataannya lagi lagi, gak semudah itu. Mereka juga pulang sekolah mungkin ada yang bantuin orang tuanya kerja ke sawah atau menggembala. Mereka untuk belajar aja susah bagi waktu. Terus nyalahin mereka lagi?? Gak. Itu emang kewajiban mereka untuk bantu orang tua supaya kebutuhan mereka tercukupi. Lagi-lagi saingan mereka yang berkecukupan uang ini sedang les, bimbel ketika si miskin ini di bawah terik matahari lagi kerja bantu ortu. Lalu apa ?? Iyaa tes tes masuk PTN udah kaya ga ada artinya lagi. Soal yang rumit, hanya memihak kepada mereka yang udah belajar giat, les, bimbel sana sini. Untuk orang miskin, ujung ujungnya mereka di tolak PTN impian mereka, dan PTN akhirnya kembali di isi oleh mereka yang punya uang. Masa depan cerah menanti mereka. 
Untuk si Miskin? Mereka hanya menerima keadaan, pasrah dan ujung ujungnya ??merantau, cari uang. Jadi tukang bangunan, ART, dan kerja lainnya yang bisa membantu kehidupan mereka. Kuliah ? Cuma ada di angan angan. Di swasta ? Mana ada uang. Ada beasiswa ??  Hanya untuk segelintir orang. Belum lagi prosesnya yang rumit.

Hidup akan terus berputar seperti itu. Mereka yang kaya akan terus menjalankan putaran hidup seperti itu. Mereka yang miskin?? Rasanya seperti keturunan absolute, Ya jika tidak ada perubahan signifikan dalam kehidupan mereka, roda kehidupan mereka akan terus berputar kaya gitu lagi balik lagi ke cucu cicit mereka. 


Melihat fenomena Maudy Ayunda gua sedikit tergelitik untuk ikut komentar. Kehidupan dia yang terlihat "sempurna" itu rasanya ga akan sama untuk dicapai oleh orang menengah kebawah. Dia bisa seenaknya belajar kapanpun tanpa harus mikirin pekerjaan rumah karena dia punya ART, untuk si miskin?? Boro-boro mikir untuk belajar. Mikir besok makan apa aja udh pusing :(.


Udah segitu dulu curahan hati gua. See you...

Comments

Popular Posts